Senin, 11 Januari 2016

Apple Akan Garap Aplikasi Migrasi iOS ke OS Android


Beberapa bulan lalu Apple sudah memiliki sebuah aplikasi untuk membantu pengguna perangkat berbasis OS Android yang ingin beralih ke iPhone. Aplikasi yang disebut "Move to iOS" tersebut telah tersedia di Google Play Store dan gratis. Dengan mengandalkan koneksi Wi-Fi, Anda bisa melakukan migrasi atau memindahkan semua data, gambar, pesan dan konten di ponsel Android untuk kemudian dikirim ke iPhone baru.  

Nah, kini menurut lansiran dari PhoneArena, (10/1/2015), Apple telah diminta oleh pihak operator seluler untuk mengembangkan sebuah aplikasi yang akan membantu pengguna iOS untuk bermigrasi ke perangkat berbasis OS Android. Aplikasi ini jelas bakal mirip dengan  aplikasi Move to iOS, dimana pengguna perangkat iOS akan bisa dengan mudah memindahkan kontak, musik dan foto dari iPhone ke handset Android.

Kabar ini awalnya datang dari operator nirkabel di Inggris dan Eropa, yang khawatir bahwa pelanggannya tidak pernah bisa beralih ke smartphone lainnya selain menggunakaniPhone. Bahkan pengguna sebenarnya berminat untuk menggunakan smartphone Android, mengingat banyaknya promosi-promosi yang ditawarkan. Hanya saja, pengguna iPhone itu mengatakan bahwa mereka tidak mau pindah ke smartphone berbasis sistem operasi lain seperti OS Android, karena khawatir dengan kerumitan mentransfer data.

Dan akhirnya aplikasi tersebut diusulkan oleh beberapa operator nirkabel ke Apple, yang diharapkan akan membuat banyak pengguna bakal lebih mudah untuk melakukan migrasi data dari perangkat berbasis iOS ke smartphone berbasis OS Android.

Meskipun tampaknya tidak mengejutkan sama sekali bagi Apple saat menciptakan dan mengembangkan aplikasi "Move to iOS",  aplikasi ini jelas memungkinkan pengguna perangkat Non-iOS untuk bisa bergabung menggunakan perangkat iOS. Tetapi bagaimana dengan aplikasi yang diinginkan oleh pihak operator seluler tersebut ke Apple? Yang jelas-jelas berkonotasi "Move to Android" dan terkesan melepaskan pengguna Apple untuk pindah ke Android. Jelas, ini sangat merugikan Apple. (Nariswari)

sumber Tabloid Pulsa

Miris, bocah ini bangga pamerkan kondom di medsos



Merdeka.com - Banyak momen indah yang dijadikan bahan untuk diposting ke media sosial. Berbeda dengan orang kebanyakan, remaja ini malah memosting kondom hadiah dari kawannya ke Facebook miliknya.

Dikutip dari Kaskus, Senin (11/1), pemuda ini mengaku mendapatkan kado ulang tahun di usianya ke-18. Kado tersebut berupa kondom.

"Yak katanya udah 18 tahun udah boleh bercinta dan ini kado dari as*** wkwkwk, disuruh post di path kata as*** kadonya wkwkwk kodom :)) thankyou bol xxx *Ngakak," tulisnya.

Sebenarnya, dia hanya diminta untuk memosting foto tersebut di akun Path miliknya. Tampaknya pemiliknya tak sadar tulisannya itu ikut tersebar di Facebook.
Sumber : merdeka.com

Senin, 04 Januari 2016

Nokia OZO Dijual Dengan Harga Selangit


Beberapa bulan yang lalu, Nokia mengumumkan produk terbaru mereka, Nokia Ozo. Nokia Ozo sendiri merupakan kamera khusus yang memiliki 8 lensa, 8 shutter sensor, dan 8 microphone. Tujuan dari Kamera ini tentu saja untuk membuat virtual reality dalam bentuk video. Kebayang kan betapa canggihnya kamera ini.

Namun, nampaknya kamera ini belum cocok untuk dipakai oleh studio-studio kecil atau indie di negeri kita. Alasannya selain membutuhkan keahlian khusus untuk membuat virtual reality, yaitu kamera ini dijual dengan harga selangit. Untuk membeli Nokia Ozo, kamu harus merogoh kocek 60.000 USD atau sekitar 840 Juta Rupiah. My God…. Itu belum termasuk pajak loh. Ada juga aksesoris-aksesoris yang dijual mulai harga 22 Juta-70 Juta Rupiah.
Berikut isi dari paket satu set Nokia OZO:
Meskipun mahal, kamera ini merupakan satu-sataunya kamera khusus virtual reality yang dijual secara komersil, artinya semua orang punya kesempatan untuk memiliki kamera ini. Sehingga banyak studio besar diluar sana yang sudah memesannya.
Nokia Ozo akan tersedia kuarter pertama tahun ini, nah tertarik untuk memilikinya? Kalau bener-bener pengen, saya doakan semoga bisa memilikinya hehehe ;)
Sumber: Nokia and WinPoin

Bujuk Pakai Windows 10, Microsoft Takuti Pengguna Windows 7


Microsoft terus mengupayakan segala hal guna para pengguna Windows versi lama untuk pindah ke Windows 10 selain menawarkan upgrade gratis. Bahkan, Microsoft sampai menakut-nakuti pengguna Windows 7. Kok gitu?


Chief Marketing Officer Microsoft Chris Capossela mengatakan bahwa “risiko Anda sendiri, pada bahaya Anda sendiri” harus ditanggung orang yang memilih tetap di Windows 7. Capossela juga menyinggung masalah kompabilitas software dan hardware, serta masalah keamanan.
“Kami khawatir ketika orang menjalankan sistem operasi yang berusia 10 tahun bahwa printer mereka berikutnya yang dibeli tidak akan bekerja dengan baik, atau mereka membeli game baru, mereka membeli Fallout 4, game yang sangat populer, dan itu tidak bekerja pada komputer yang lebih tua.”
Kita tentu sepakat untuk masalah keamanan, tapi tentu tidak pada Fallout 4 yang dikatakan Capossela karena itu adalah masalah hardware yang tidak mampu menjalankannya.
Perlu diketahui juga, Microsoft bakal terus memberikan update keamanan untuk Windows 7 hingga 14 Januari 2020. Jadi, bagi kamu pengguna Windows 7, masih bisa pakai OS ini dengan nyaman dan aman hingga tahun 2020 atau bisa memilih upgrade ke Windows 10 mumpung masih gratis.
via Forbes and WinPoin